dengan tulisan ini, saya ingin berbagi pengalaman tentang sebuah training atau bisa di bilang seminar, yang di situ, Alhamdulillah terlibat sebagai panitia. sebuah seminar yang sangat menginspirasi menurut saya.
pembicaranya bernama Mas Rama, lengkapnya Eko Ramaditya. seorang tunanetra, nggak bisa melihat indahnya dunia. namun, dengan kebutaannya itu, ia sekarang bekerja sebagai composer musik untuk perusahaan game besar di Jepang, Nintendo. beberapa lagu yang ia buat untuk Nintendo, Game Chrono Cross dan Mario Galaxy. tahun depan Nintendo akan merilis Game terbaru yaitu Mario Galaxy 2, dengan musik yang di buat oleh Mas Rama.
beliau juga seorang penulis buku berjudul “Blind Power”, sebuah buku berisi tentang biografi beliau. Mas Rama ini juga seorang ahli musik, terutama suling. namun, ia mengaku sangat tidak mengerti apa itu not balok. Mas Rama juga salah satu penulis di Detik. well, mungkin temen-temen pernah liat Mas Rama ini di TV.
Alhamdulillah, sebelum hari seminar berlangsung, saya berkesempatan menghadiri sharing dengan Mas Rama bertempat di asrama PPSDMS Nurul Fikri. terus terang lebih tersentuh mendengarkan sharing Mas Rama di banding pas hari training, mungkin karena di asrama PPSDMS Nurul Fikri itu yang hadir sedikit, dan posisi duduk kayak halaqoh biasa.
malam itu, setelah Mas Rama menceritakan pekerjaannya, Mas Rama bilang, kira-kira begini, “kalo di perhatikan, sebenernya pekerjaan yang saya geluti sekarang ini pekerjaan yang biasa-biasa saja”, selanjutnya, “penulis buku, siapapun bisa, composer music, siapapun bisa..”. setelah mendengar kata-kata itu, ada sedikit teguran yang membuat saya bergumam, iya juga.
“tapi kenapa, seorang Eko Ramaditya malam hari ini hadir di hadapan temen-temen semua? ya, karena saya ini tuna netra..” lanjut Mas Rama, “itulah yang membuat mengapa pekerjaan yang saya lakukan ini menjadi spektakuler…”
statement yang lagi-lagi, membuat saya terpukul. mengapa? secara fisik, saya sempurna, kaki lengkap, tangan lengkap, mulut sehat, hidung sehat, mata siap melihat, tapi belum ada karya sedikitpun yang saya hasilkan.. astaghfirullah…
lalu Mas Rama melanjutkan, “yang saya lakukan adalah fokus pada solusi, bukan pada masalah yang saya hadapi, apakah jika saya menangis, meratapi kebutaan saya, keadaan saya akan berubah? tentu tidak… saya hanya berpegang teguh pada firman Allah, bahwa Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sampai kaum tersebut merubah nasibnya sendiri, juga pada firman Allah, Allah tidak akan memebebani hamba-Nya melebihi kemampuan hamba-Nya…”
“ya, saya juga ingat tentang Law of Attraction yang ada di film The Secret, padahal ummat muslim udah duluan mengerti hal itu, bahwa Allah itu sesuai prasangka kita, karna itu, saya menganggap bahwa kebutaan saya ini merupakan sebuah anugrah…” lanjut Mas Rama, ” coba bayangkan, seandainya saya nggak tuna netra, bisa nggak saya hadir di sini?” setelah kata-kata itu, yang hadir di situ tertawa, lagi-lagi, iya juga ya…
“dengan fokus pada solusi, otak kita akan bekerja hanya untuk memikirkan solusi..” yap, kalau ada masalah, jangan masalah yang kita pikirkan, tapi cara keluar dari masalah tersebut, dengan tetap menghitung probabilitas-probabilitas yang akan terjadi (ciaelah, probabilitas, sok nih anak Teknik.. :p)
Lalu Mas Rama mengajarkan untuk selalu mengingat triple P, Positive Thinking, Positive Doing, dan Positive Talking. Hmm… mungkin saya sedikit memahami apa itu Positive Thinking dan Positive Doing, tapi saya masih agak bingung dengan Positive Talking.
setelah itu, ada sesi tanya jawab. ada seorang teman dari asrama yang mengajukan pertanyaan, di balik orang besar, pasti ada orang besar pula, lalu siapa orang besar di balik Mas Rama ini? Mas Rama menjawab, “Orang tua saya, karena mereka mau menerima keadaan saya,”
yap, pendidikan awal adalah pendidikan dari orang tua. buat antum nih, calon orang tua dari anak-anak antum nanti, jangan pernah memaki anak antum. satu makian kepada anak, harus terbalas dengan sembilan pujian (ini teori siapa gitu, saya lupa nyatet namanya..).
orang tua juga nggak boleh memberikan masukan negatif kepada anaknya. seperti masalah hantu dan kawan-kawan. kalau seorang anak masih kecil udah di takut-takutin begituan, hampir sangat pasti selamanya dia menanamkan di kepalanya, bahwa hantu itu menakutkan.
yap, usai sharing itu, saya masih sedikit ngobrol-ngobrol sama penghuni asrama, yang, waw… subhanallah… mahasiswa penghuni asrama ini orang-orang hebat semua. ada satu lemari khusus untuk plakat penghargaan penghuni asrama. subhanallah…
terlebih lagi, waktu saya sedang memperhatikan foto keluarga asrama. kakak senior saya lalu menunjuk seseorang di foto tersebut, orangnya menggunakan kaca mata, lalu senior saya bilang, “nih, IPK 4.00 , aktif di BEM KMFT, BEM KM UGM, sama di KMTE, sekarang lagi di Korea..” la haula wala quwwata illa billah…
sebuah pukulan telak kembali Allah berikan kepada saya malam itu, sebuah bukti nyata, bahwa ternyata ada, orang yang selama ini hampir saya anggap tidak ada. Allahuakbar.
di mulai dari sebuah kesadaran kalau saya ini sempurna secara fisik, dan saya harus bisa berkarya lebih dari Mas Rama, dan juga kesadaran, bahwa bukan hal yang tidak mungkin untuk mendapatkan IPK di atas 3.5 meskipun saya aktif di tiga organisasi. Allah… bantu hamba-Mu yang lemah ini…
————————————————————————————————-
saat hati di landa kekacauan, saya harus bisa…
di tengah hujan yang tanpa henti di Jogja
22 november 2009, Pakualaman, di sini aku harus mulai berkarya…!!
beberapa hari atau pekan yang lalu, ada sebuah perbincangan tentang sejarah, ya, sejarah, namun perbincangan ini bukan merupakan sejarah masa lalu, melainkan membincangkan sejara dunia yang akan datang.


Apa Kata Teman-Temanku???